Tampilkan postingan dengan label Spirit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spirit. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Agustus 2013 -
Hidline News,
Spirit
0
komentar
Hidline News,
Spirit
0
komentar
Hanya perlu waktu 20 menit untuk rasakan efek berhenti merokok
Hanya perlu waktu 20 menit untuk rasakan efek berhenti merokok. Bagaimana bisa? Selain itu, ada banyak hal yang terjadi pada tubuh setelah kebiasaan merokok dihentikan. Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Health Line berikut ini.
20 Menit setelah berhenti merokok
Detak jantung akan kembali seperti sedia kala, normal, tidak terlalu cepat maupun lambat.
2 Jam setelah berhenti merokok
Setelah detak jantung, kini tekanan darah yang kembali normal. Biasanya jari akan terasa hangat. Tubuh sedikit cemas, banyak ngemil, dan nafsu makan meningkat.
12 Jam setelah berhenti merokok
Karbon monoksida yang merupakan racun dari rokok pelan-pelan menurun kadarnya di dalam tubuh. Sehingga kadar oksigen dalam darah akan kembali normal.
24 Jam setelah berhenti merokok
Sehari setelah berhenti merokok, risiko serangan jantung serta merta menurun drastis.
48 Jam setelah berhenti merokok
Indra pencium dan perasa biasanya kelu dan mati akibat rokok. Namun jika kebiasaan rokok dihentikan, 48 jam kemudian kedua indra tersebut akan kembali seperti sedia kala.
Jumat, 14 Juni 2013 -
Muse,
Spirit
0
komentar
Muse,
Spirit
0
komentar
Jangan Sedih
Jangan sedih bila orang lain tidak memahami kita. Tapi sedihlah karena kita tidak mau memahami orang lain.
Jangan sedih bila orang lain tidak mempercayai kita. Tapi sedihlah karena kita tidak percaya diri sendiri.
Jangan sedih bila orang lain tidak memberi kesempatan kepada kita. Tapi sedihlah karena kita belum buat persiapan.
Jangan sedih bila orang lain tidak menghargai kita. Tapi sedihlah karena kita tidak bisa menghargai orang lain.
Jangan sedih bila orang lain menghina kita. Tapi sedihlah karena kita membuat hina diri sendiri.
Jangan sedih bila orang lain memaki kita. Tapi sedihlah karena kita bermulut jahat pada orang lain.
Jangan sedih orang selalu mengritik kita. Tapi sedihlah karena kita tak pernah mau perbaiki diri.
Jangan sedih karena kita selalu jatuh. Tapi sedihlah karena kita tidak mau bangkit kembali.
Jangan sedih karena perjalanan hidup kita pahit getir. Tapi sedihlah karena kita tak pernah belajar dari pengalaman hidup ini.
INGATLAH.
Kunci masalah selalu ada di dalam diri, bukan di luar.
Perbaikilah diri maka hidup akan berubah menjadi baik !!
Jangan sedih bila orang lain tidak mempercayai kita. Tapi sedihlah karena kita tidak percaya diri sendiri.
Jangan sedih bila orang lain tidak memberi kesempatan kepada kita. Tapi sedihlah karena kita belum buat persiapan.
Jangan sedih bila orang lain tidak menghargai kita. Tapi sedihlah karena kita tidak bisa menghargai orang lain.
Jangan sedih bila orang lain menghina kita. Tapi sedihlah karena kita membuat hina diri sendiri.
Jangan sedih bila orang lain memaki kita. Tapi sedihlah karena kita bermulut jahat pada orang lain.
Jangan sedih orang selalu mengritik kita. Tapi sedihlah karena kita tak pernah mau perbaiki diri.
Jangan sedih karena kita selalu jatuh. Tapi sedihlah karena kita tidak mau bangkit kembali.
Jangan sedih karena perjalanan hidup kita pahit getir. Tapi sedihlah karena kita tak pernah belajar dari pengalaman hidup ini.
INGATLAH.
Kunci masalah selalu ada di dalam diri, bukan di luar.
Perbaikilah diri maka hidup akan berubah menjadi baik !!
Rabu, 17 April 2013 -
Muse,
Relationship,
Spirit
0
komentar
Muse,
Relationship,
Spirit
0
komentar
7 Keajaiban Dunia
“Renungan” dari seorang teman……….
Seorang guru memberikan tugas kepada siswa-siswanya untuk menuliskan Tujuh Keajaiban Dunia.
Tepat sebelum kelas usai, siang itu, semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka masing-masing.
Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu.
Tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu…
Malamnya sang guru memeriksa tugas siswa-siswanya itu.
Sebagian besar siswa menulis demikian:
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.
Kamis, 28 Maret 2013 -
Hidline News,
Spirit
0
komentar
Hidline News,
Spirit
0
komentar
Menjadi Muslim Terbaik
Sebagai pemeluk Islam, tak salah jika kita merenungkan tentang kualitas keimanan dan keislaman yang kita miliki saat ini. Bahkan, renungan seperti ini lazimnya selalu bergejolak dalam diri kita supaya mampu tampil menjadi yang terbaik di sisi Allah. Hal ini merupakan sebuah keniscayaan. Karena, sering kali, mayoritas umat ini telah merasa cukup dan merasa puas terhadap ibadah yang telah dilakukannya. Atau, karena faktor lingkungan yang sudah terkondisikan sedemikian rupa, sehingga timbul rasa malas dan enggan untuk melakukan muhasabah atas keimanan dan keislaman yang bersemayam dalam hati kita.
Telah kita pahami, bahwa iman selalu mengalami pasang surut. Iman bertambah dengan taat dan berkurang dengan maksiat. Oleh karena itu, Rasulullah memotivasi umatnya agar senantiasa memperbarui keimanan dengan cara menjalankan ibadah yang telah dianjurkan dalam Islam, yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
Seorang muslim yang baik, seyogianya selalu meningkatkan kualitas ibadah yang dilakukannya. Rasulullah mengingatkan, "Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung." (HR. Bukhari).
Kamis, 14 Februari 2013 -
Hidline News,
Kuliner,
Spirit
0
komentar
Hidline News,
Kuliner,
Spirit
0
komentar
Stronger
Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar
meninggalkan anak-anak
Diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja.
Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
Sendirian IA di rumah Dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk
bekerja di dapur.
Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya,
Ataupun memetik bunga Dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu Hari dia melihat sebatang paku karat. Dan IA pun mencoret lantai
tempat Mobil ayahnya
Diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan
tidak
kelihatan.
Dicobanya lagi pada Mobil baru ayahnya. Ya... Karena Mobil itu bewarna
gelap,
Maka coretannya tampak jelas.
Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah Dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari
macet.
Setelah sebelah kanan Mobil sudah penuh coretan maka IA beralih ke sebelah
kiri Mobil.
Dibuatnya gambar ibu Dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing
Dan lain
Sebagainya mengikut imaginasinya.
Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat Mobil
yang
baru setahun
Dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya.
si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit,
"Kerjaan siapa ini !!!" .... Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan
itu berlari keluar.
Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah
bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan '
Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang Hari,
Apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari
kamarnya
Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh..
Cantik ... Kan !" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti
biasa..
si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil
Dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak
tangan
anaknya.
Is anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus
ketakutan.
Puas memukul telapak tangan, is ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
meninggalkan anak-anak
Diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja.
Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
Sendirian IA di rumah Dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk
bekerja di dapur.
Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya,
Ataupun memetik bunga Dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu Hari dia melihat sebatang paku karat. Dan IA pun mencoret lantai
tempat Mobil ayahnya
Diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan
tidak
kelihatan.
Dicobanya lagi pada Mobil baru ayahnya. Ya... Karena Mobil itu bewarna
gelap,
Maka coretannya tampak jelas.
Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah Dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari
macet.
Setelah sebelah kanan Mobil sudah penuh coretan maka IA beralih ke sebelah
kiri Mobil.
Dibuatnya gambar ibu Dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing
Dan lain
Sebagainya mengikut imaginasinya.
Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat Mobil
yang
baru setahun
Dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya.
si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit,
"Kerjaan siapa ini !!!" .... Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan
itu berlari keluar.
Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah
bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan '
Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang Hari,
Apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari
kamarnya
Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh..
Cantik ... Kan !" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti
biasa..
si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil
Dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak
tangan
anaknya.
Is anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus
ketakutan.
Puas memukul telapak tangan, is ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Selasa, 29 Januari 2013 -
Hidline News,
Kuliner,
Spirit
0
komentar
Hidline News,
Kuliner,
Spirit
0
komentar
Ketika aku sudah tua
Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku……
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah
bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah
beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu
mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,
jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa”
darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku……
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah
bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah
beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu
mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,
jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa”
darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Senin, 28 Januari 2013 -
Hidline News,
Kuliner,
Relationship,
Spirit
5
komentar
Hidline News,
Kuliner,
Relationship,
Spirit
5
komentar
My Best Friends of all time! That will never be replaced.
![]() |
| Dida Firdaus |
Dia yang selalu menghibur kami disepanjang hari kami, baik sedang berkumpul maupun tidak berkumpul sama sekali, ia tetap dengan banyolannya pada mention mention ke twitter kami. Apa saja yang ia lihat selalu dijadikan bahan omongan, tak pernah bias diam selalu bersuara terus, jika kami diam, dia selalu berisik membuat omongan menjadi lucu.
Dan satu dari Dida, jika kami makan apapun itu makanannya pasti sayur dan sambalnya selalu kami embat, tanpa sayur tanpa pedas, itulah makanannya! Tetapi tetap saja ada yang menghabiskan makanannya jika kami tidak mau tetap ada Hezky yang menampung sisa makanannya.
Senin, 14 Januari 2013 -
Hidline News,
Kuliner,
Spirit
0
komentar
Hidline News,
Kuliner,
Spirit
0
komentar
Gembok dan Anak kunci.
Apakah ada diantara Anda yang memiliki profesi seorang guru, dosen atau pengajar?..
Pada saat Anda menguji anak didik Anda dalam sebuah tes, saya yakin bahwa ketika Anda memberikan pertanyaan, Anda pastinya sudah memiliki jawabannya juga...
Tidak mungkin Anda memberikan soal kepada mereka sementara Anda sendiri tidak tahu jawaban dari soal yg Anda berikan tsb.
Hal yang sama berlaku pada sebuah pabrik pembuatan gembok. Mereka tidak hanya menciptakan gembok, tapi juga membuat kunci untuk setiap gembok tsb.
Bayangkan betapa konyolnya jika mereka hanya jual gembok tanpa anak kunci.
Dua analogi sederhana di atas kiranya memberikan pencerahan kepada kita bahwa hal yang sama Tuhan lakukan dalam hidup kita.
Ketika Tuhan mengijinkan sebuah persoalan, maka sesungguhnya Dia sdh punya jawaban untuk persoalan tsb. !
Tuhan tidak pernah membiarkan kita mengalami persoalan yang tak terpecahkan atau masalah yg tidak ada jalan keluarnya. Tuhan menyediakan kunci untuk setiap pergumulan hidup yang kita alami.
Tuhan tidak hanya menyediakan jawaban atau kunci untuk setiap masalah yang kita alami, tetapi Dia juga bijak dalam mengukur kemampuan dan kapasitas kita dalam menanggung persoalan.
Tuhan tidak akan pernah memberikan soal yang melebihi kemampuan kita utk menyelesaikannya.
Bukankah seorang guru tidak akan memberikan soal kelas VI untuk anak yang masih kelas 1 ?
Jika seorang guru saja bisa demikian bijak dalam menakar kemampuan kita, apalagi Tuhan ?...
Melalui kebenaran ini kita diingatkan agar jangan sampai menjadi orang yang mudah mengeluh dan merasa persoalan yg kita alami sangat berat dan tak tertanggungkan.
Jangan juga kita menjadi orang yang mudah putus asa karena berpikir masalah kita tidak ada jalan keluarnya.
Sahabat... Ingatlah bahwa ada soal berarti ada jawaban,
ada gembok berarti ada kuncinya.
Ketika Tuhan mengijinkan sebuah persoalan, Dia pasti sudah menyediakan kunci jawabannya.
Pada saat Anda menguji anak didik Anda dalam sebuah tes, saya yakin bahwa ketika Anda memberikan pertanyaan, Anda pastinya sudah memiliki jawabannya juga...
Tidak mungkin Anda memberikan soal kepada mereka sementara Anda sendiri tidak tahu jawaban dari soal yg Anda berikan tsb.
Hal yang sama berlaku pada sebuah pabrik pembuatan gembok. Mereka tidak hanya menciptakan gembok, tapi juga membuat kunci untuk setiap gembok tsb.
Bayangkan betapa konyolnya jika mereka hanya jual gembok tanpa anak kunci.
Dua analogi sederhana di atas kiranya memberikan pencerahan kepada kita bahwa hal yang sama Tuhan lakukan dalam hidup kita.
Ketika Tuhan mengijinkan sebuah persoalan, maka sesungguhnya Dia sdh punya jawaban untuk persoalan tsb. !
Tuhan tidak pernah membiarkan kita mengalami persoalan yang tak terpecahkan atau masalah yg tidak ada jalan keluarnya. Tuhan menyediakan kunci untuk setiap pergumulan hidup yang kita alami.
Tuhan tidak hanya menyediakan jawaban atau kunci untuk setiap masalah yang kita alami, tetapi Dia juga bijak dalam mengukur kemampuan dan kapasitas kita dalam menanggung persoalan.
Tuhan tidak akan pernah memberikan soal yang melebihi kemampuan kita utk menyelesaikannya.
Bukankah seorang guru tidak akan memberikan soal kelas VI untuk anak yang masih kelas 1 ?
Jika seorang guru saja bisa demikian bijak dalam menakar kemampuan kita, apalagi Tuhan ?...
Melalui kebenaran ini kita diingatkan agar jangan sampai menjadi orang yang mudah mengeluh dan merasa persoalan yg kita alami sangat berat dan tak tertanggungkan.
Jangan juga kita menjadi orang yang mudah putus asa karena berpikir masalah kita tidak ada jalan keluarnya.
Sahabat... Ingatlah bahwa ada soal berarti ada jawaban,
ada gembok berarti ada kuncinya.
Ketika Tuhan mengijinkan sebuah persoalan, Dia pasti sudah menyediakan kunci jawabannya.
Sabtu, 12 Januari 2013 -
Hidline News,
Kuliner,
Spirit
0
komentar
Hidline News,
Kuliner,
Spirit
0
komentar
Senja paling indah
Senja yang paling indah,,
Embun pagi masih tampak membasahi dedaunan di sore itu. Mungkin karena udaranya yang kelewat rendah membiarkan embun itu tak tersapu mentari. Angin dingin yang bercengkrama adalah sisa-sisa bibirnya yang penuh canda tawa di minggu kemarin. Seulas mentari sore adalah serpihan senyumnya di minggu lalu.
Aku bisa melihat dia di sisa-sisa pekan terakhir bulan juli, di balik beranda pemandangan minggu sore yang mengantarku pada malam gelap yang tak bertuan. Sorot matanya membawa aku terbang tinggi ke atas puncak surga dunia.
Aku masih hafal betul pakaian yang ia kenakan sore itu, hitam warnanya, melekat pada tubuh yang kurus yang hampir kaku beku kedinginan. Sepatu yang melindungi kakinya ,dari batu kerikil tajam yang menghalangi langkahnya pun aku ingat. Aku pun tahu pasti saat ia menatapku dan bergegas melemparkan senyum terindahnya mencoba meluluhkan puing puing rindu yang menegangkan otot-otot hati.
Di minggu sore itu aku dan dia menapakan kaki di tanah coklat kehitaman, melangkah ke atas untuk sekedar menyapa senja di atas puncak dunia. Langkahku membabi buta memanjati jalanan berbatu disepanjang kebun teh yang terhampar hijau. Dengan nafas terengah aku mencoba mengejar dia yang ternyata sudah jauh diatas sana. Butir butir keringat membeku karena dingin yang berlebih, senyum hangatnya seakan menjanjikan keindahan yang luar biasa diatas sana. Goresan angin sore kini menuntun aku terbang tinggi ke atas puncak dunia.
Di bawah lembayung senja itulah aku duduk tuk sedikit merentangkan otot-otot kaki sembari menikmati indahya sore hari. jutaan canda tawa terlempar kesana kemari. Mentari mengintip kami di balik awan putih, yang terlihat hanya cahaya putih yang menyinari awan, sinarnya seakan mengawasi kami yang sedang asik mengobrol di beranda lembayung senja. Hangatnya mentari tertutup rapat, yang terasa hanya dingin yang hampir membekukan saraf saraf tubuh. Tapi lagi lagi senyum hangatnya selalu mencairkan suasana yang membeku. Di atas puncak ini aku benar benar bisa merasakan indahnya senja yang ku rindukan. Walaupun hanya sepersekian menit tak sampai 15 menit, tapi aku sangat menikmatinya.
Sungguh, ini senja yang paling indah…
DISKHA FADILLAH
Embun pagi masih tampak membasahi dedaunan di sore itu. Mungkin karena udaranya yang kelewat rendah membiarkan embun itu tak tersapu mentari. Angin dingin yang bercengkrama adalah sisa-sisa bibirnya yang penuh canda tawa di minggu kemarin. Seulas mentari sore adalah serpihan senyumnya di minggu lalu.
Aku bisa melihat dia di sisa-sisa pekan terakhir bulan juli, di balik beranda pemandangan minggu sore yang mengantarku pada malam gelap yang tak bertuan. Sorot matanya membawa aku terbang tinggi ke atas puncak surga dunia.
Aku masih hafal betul pakaian yang ia kenakan sore itu, hitam warnanya, melekat pada tubuh yang kurus yang hampir kaku beku kedinginan. Sepatu yang melindungi kakinya ,dari batu kerikil tajam yang menghalangi langkahnya pun aku ingat. Aku pun tahu pasti saat ia menatapku dan bergegas melemparkan senyum terindahnya mencoba meluluhkan puing puing rindu yang menegangkan otot-otot hati.
Di minggu sore itu aku dan dia menapakan kaki di tanah coklat kehitaman, melangkah ke atas untuk sekedar menyapa senja di atas puncak dunia. Langkahku membabi buta memanjati jalanan berbatu disepanjang kebun teh yang terhampar hijau. Dengan nafas terengah aku mencoba mengejar dia yang ternyata sudah jauh diatas sana. Butir butir keringat membeku karena dingin yang berlebih, senyum hangatnya seakan menjanjikan keindahan yang luar biasa diatas sana. Goresan angin sore kini menuntun aku terbang tinggi ke atas puncak dunia.
Di bawah lembayung senja itulah aku duduk tuk sedikit merentangkan otot-otot kaki sembari menikmati indahya sore hari. jutaan canda tawa terlempar kesana kemari. Mentari mengintip kami di balik awan putih, yang terlihat hanya cahaya putih yang menyinari awan, sinarnya seakan mengawasi kami yang sedang asik mengobrol di beranda lembayung senja. Hangatnya mentari tertutup rapat, yang terasa hanya dingin yang hampir membekukan saraf saraf tubuh. Tapi lagi lagi senyum hangatnya selalu mencairkan suasana yang membeku. Di atas puncak ini aku benar benar bisa merasakan indahnya senja yang ku rindukan. Walaupun hanya sepersekian menit tak sampai 15 menit, tapi aku sangat menikmatinya.
Sungguh, ini senja yang paling indah…
DISKHA FADILLAH
Kamis, 10 Januari 2013 -
Spirit
3
komentar
Spirit
3
komentar
Galau, dan cara Move on.
Galau adalah sejenis penyakit hati kronis yang banyak diderita para remaja baik pria maupun wanita. Galau bisa disebabkan banyak hal tapi saya akan membahas galau yang disebabkan oleh Cinta.Lebih tepatnya cinta kepada lawan jenis,bisa cewek ke cowok atau sebaliknya. Jujur saya sendiri pernah mengalami masa-masa galau dan rasanya seperti tidak sengaja makan mie instan yang sudah kadaluarsa,nggak enak.
Galau kalau tidak diobati akan menjadi penyakit yang membahayakan,bisa saja kamu gila bila galau terus menerus dan nggak move on-move on,bisa saja kamu bunuh diri di pohon taoge. Sebenarnya apa seeh yang menyebabkan para galauers sulit move on? Berikut alasannya.
1. Belum laku-laku dan mantan pacar sudah punya gandengan baru.
2. Setiap curhat dengan siapapun pasti mengungkit sang mantan.
3. Setiap facebookan selalu melihat beranda facdebook si mantan,status satusnya dihafalin,foto fotonya dipandangi dan paling parah biasanya foto terbaru sang mantan didownload disimpan di hape lalu dijadikan wallpaper.
4. Bila di sms sang mantan,hati berbunga-bunga . Mantan bilang kangen,langsung teriak teriak sampai 5 oktaf.
5. Saat tidur masih suka memeluk boneka pemberian sang mantan.
6. Nggak ada niat buat move on dan tidak berusaha melupakan sang mantan.
7. Semua status facebook berbau galau
8. Merasa paling mnederita sedunia akherat.
Nah untuk mengobati galau yang sudah tingkat amerika latin tersebut saya punya cara-caranya,dijamin ampuh 100 % .
1. Ajaklah si penderita galau ke salon,suruh ia luluran,facial,massage,meni pedi,dsb. Buat mereka terlihat cantik/tampan meskipun wajah pas-pas’an. Jangan biarkan para galauers tampak thekill of thekumell .
2. Bila dia mulai mengungkit sang mantan ketika sedang mengobrol atau curhat,tutup kedua telinga kamu,lalu bergegas pergi. Lakukan itu setiap ia membahas sang mantan. Tujuannya agar ia tidak membahas mantannya lagi saat berkumpul denganmu.
3. Bilang kepadanya bahwa anang hermansyah adalah Duta Move On dan suruhlah ia seperti Anang Hermansyah yang bisa datang ke acara pernikahan mantan istrinya dan berpelukan dengan Raul lemos. Eits tapi jangan suruh temanmu yang galau berpelukan dengan pacar baru mantannya,suruh dia seperti Anang Hermansyah yang tegar dan berhati seluas samudra hindia.
4.Ajaklah ia jogging setiap malam minggu atau bersepeda biar dia tidak merasa paling menderita karena malam minggu menjomblo dan tak punya kegiatan apel dan diapeli.
5. Suruh dia menyodaqohkan barang-barang pemberian sang mantan ke keponakan,teman,tetangga,sepupu atau adiknya. Jangan biarkan ia menggalau dan masih menggunakan jam tangan pemberian mantan,jangan biarkan ia tidur sambil memeluk boneka dari mantannya. Dilarang keras karena hanya akan menambah kegalauan.
Nah itulah saudara-saudara beberapa penyebab galau dan cara move on dari saya. Dipraktekkan ya… Jika temanmu yang galau tingkat amerika latin masih tetap saja galau,padahal sudah mempraktekkan cara-cara tersebut ajaklah ia ke laut dan suruh ia nyemplung biar jadi putri duyung tergalau. hahahaha
Salam move on :)
Galau kalau tidak diobati akan menjadi penyakit yang membahayakan,bisa saja kamu gila bila galau terus menerus dan nggak move on-move on,bisa saja kamu bunuh diri di pohon taoge. Sebenarnya apa seeh yang menyebabkan para galauers sulit move on? Berikut alasannya.
1. Belum laku-laku dan mantan pacar sudah punya gandengan baru.
2. Setiap curhat dengan siapapun pasti mengungkit sang mantan.
3. Setiap facebookan selalu melihat beranda facdebook si mantan,status satusnya dihafalin,foto fotonya dipandangi dan paling parah biasanya foto terbaru sang mantan didownload disimpan di hape lalu dijadikan wallpaper.
4. Bila di sms sang mantan,hati berbunga-bunga . Mantan bilang kangen,langsung teriak teriak sampai 5 oktaf.
5. Saat tidur masih suka memeluk boneka pemberian sang mantan.
6. Nggak ada niat buat move on dan tidak berusaha melupakan sang mantan.
7. Semua status facebook berbau galau
8. Merasa paling mnederita sedunia akherat.
Nah untuk mengobati galau yang sudah tingkat amerika latin tersebut saya punya cara-caranya,dijamin ampuh 100 % .
1. Ajaklah si penderita galau ke salon,suruh ia luluran,facial,massage,meni pedi,dsb. Buat mereka terlihat cantik/tampan meskipun wajah pas-pas’an. Jangan biarkan para galauers tampak thekill of thekumell .
2. Bila dia mulai mengungkit sang mantan ketika sedang mengobrol atau curhat,tutup kedua telinga kamu,lalu bergegas pergi. Lakukan itu setiap ia membahas sang mantan. Tujuannya agar ia tidak membahas mantannya lagi saat berkumpul denganmu.
3. Bilang kepadanya bahwa anang hermansyah adalah Duta Move On dan suruhlah ia seperti Anang Hermansyah yang bisa datang ke acara pernikahan mantan istrinya dan berpelukan dengan Raul lemos. Eits tapi jangan suruh temanmu yang galau berpelukan dengan pacar baru mantannya,suruh dia seperti Anang Hermansyah yang tegar dan berhati seluas samudra hindia.
4.Ajaklah ia jogging setiap malam minggu atau bersepeda biar dia tidak merasa paling menderita karena malam minggu menjomblo dan tak punya kegiatan apel dan diapeli.
5. Suruh dia menyodaqohkan barang-barang pemberian sang mantan ke keponakan,teman,tetangga,sepupu atau adiknya. Jangan biarkan ia menggalau dan masih menggunakan jam tangan pemberian mantan,jangan biarkan ia tidur sambil memeluk boneka dari mantannya. Dilarang keras karena hanya akan menambah kegalauan.
Nah itulah saudara-saudara beberapa penyebab galau dan cara move on dari saya. Dipraktekkan ya… Jika temanmu yang galau tingkat amerika latin masih tetap saja galau,padahal sudah mempraktekkan cara-cara tersebut ajaklah ia ke laut dan suruh ia nyemplung biar jadi putri duyung tergalau. hahahaha
Salam move on :)
Selasa, 08 Januari 2013 -
Spirit
0
komentar
Spirit
0
komentar
Go Green INDONESIA KU
Think Globally, Act Locally
Teman2,
Mungkin pastinya pernah anda baca, dengar & ketahui apa itu Go Green'
Jadi Please...,1x lagi teman2 semua,
dengan ajakan ini, kiranya dapat men'support & men'sukseskan ajakan untuk Hidup Lebih HIJAU, Lebih BERSIH & STOP Global Warming".
Dengan kesadaran yang tinggi kita sebagai Anak Bangsa yang masih memiliki Rasa & Jiwa Patriotisme sebagai generasi penerus bangsa untuk bersama2 menjadi; Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' untuk Berbakti dalam Misi menyelamatkan Bumi Tercinta Ibu Pertiwi dan Anak Cucu kita dengan Go Green INDONESIA KU'
Ayo..Teman semua, terus suarakan Misi Go Green INDONESIA KU'
Bumi & Anak Cucu kita membutuhkan kita semua untuk :
*Be Green >> Tanam 1 Pohon.
*For Clean >> Buang Sampah Jangan Sembarangan' & Pisahkan Sampah Organik & Non Organik.
Dengan melakukan tindakan nyata' :
TANAM 1 POHON " untuk SEUMUR HIDUP ANDA = 1 Bakti untuk Bumi Indonesia Ibu Pertiwi + 1 Bukti Cinta pada Anak Cucu.
Jangan Tunda, Sampe Lupa".
Mohon untuk teman2 sebagai Pemerhati, Relawan, Aktivis dan Pecinta Lingkungan untuk dapat kiranya Sharing', baik berupa Berita, Opini, Foto2 & Informasi tentang Lingkungan.
Ayo...terus suarakan, Go Green INDONESIA KU'
Untuk Membuat Indonesia Lebih Hijau & Bersih.
Teman2,
Mungkin pastinya pernah anda baca, dengar & ketahui apa itu Go Green'
Jadi Please...,1x lagi teman2 semua,
dengan ajakan ini, kiranya dapat men'support & men'sukseskan ajakan untuk Hidup Lebih HIJAU, Lebih BERSIH & STOP Global Warming".
Dengan kesadaran yang tinggi kita sebagai Anak Bangsa yang masih memiliki Rasa & Jiwa Patriotisme sebagai generasi penerus bangsa untuk bersama2 menjadi; Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' untuk Berbakti dalam Misi menyelamatkan Bumi Tercinta Ibu Pertiwi dan Anak Cucu kita dengan Go Green INDONESIA KU'
Ayo..Teman semua, terus suarakan Misi Go Green INDONESIA KU'
Bumi & Anak Cucu kita membutuhkan kita semua untuk :
*Be Green >> Tanam 1 Pohon.
*For Clean >> Buang Sampah Jangan Sembarangan' & Pisahkan Sampah Organik & Non Organik.
Dengan melakukan tindakan nyata' :
TANAM 1 POHON " untuk SEUMUR HIDUP ANDA = 1 Bakti untuk Bumi Indonesia Ibu Pertiwi + 1 Bukti Cinta pada Anak Cucu.
Jangan Tunda, Sampe Lupa".
Mohon untuk teman2 sebagai Pemerhati, Relawan, Aktivis dan Pecinta Lingkungan untuk dapat kiranya Sharing', baik berupa Berita, Opini, Foto2 & Informasi tentang Lingkungan.
Ayo...terus suarakan, Go Green INDONESIA KU'
Untuk Membuat Indonesia Lebih Hijau & Bersih.
Rabu, 02 Januari 2013 -
Spirit
0
komentar
Spirit
0
komentar
Sebuah cita-cita
Cita-cita ya itulah sepenggal kalimat yangs sering kita selalu pertanyakan kepada anak-anak, semua orang tua pasti pernah menanyakan kalimat itu kepada anak-anaknya, dan termasuk sayapun pernah ditanya seperti itu oleh orang tua saya ketika saya kecil dulu, atau belum banyak mengerti apa itu yang dimaksud dengan cita-cita, tapi saya tetap menjawabnya dengan lugu dan tanpa mengerti dengan apa yang saya jawab, kira-kira seperti ini penggagalan kalimat pertanyaan yang diutarakan orang tua saya kepada saya ketika saya kecil, kira-kira bunyinya seperti ini :
“oman cita-cita kamu kalau sudah besar mau jadi apa?? Tanya orang tuaku kepada ku, sebelum aku menjawab saya akan menjelaskan sedikit siapa oman itu, oman bukan sebutan sebuah negara yang ada di Asia kalau tidak salah saya, tapi sebutan oman adalah nama kecilku ketika aku masih kanak-kanak, dan sampai sekarang masih ada juga beberapa temanku yang memanggil saya dengan pangilan oman, kedengarannya memang agak janggal ditelinga sebutan oman itu, saya juga tidak mengerti kenapa orang tua saya dulu memanggil nama saya ketika saya kecil dengan sebuah panggilan ‘ oman’ saya hanya menurut saja ketika nama kecil saya diberi nama oman, karena memang pada waktu itu saya belum mengerti arti sebuah nama, sebenarnya nama asli saya adalah Abdurrohman, cukup bagus bukan nama saya, dan yang pasti saya bukan orang yang pernah menjadi seorang presiden di negara Indonesia , saya hanyalah abdurrohman yang tinggal didesa, kalau dilihat-lihat nama saya enakan kalau dulu panggil nama kecil saya dengan sebutan rahman saja atau abdur mungkin akan kedengaran lebih bersahaja ditelinga dari pada sebutan oman, hehe dan saya juga tidak tau pasti kenapa orang tua saya lebih memilih nama oman dari pada abdur atau rahman, mungkin kelihatan lebih singkat, pdat, dan jelas begitu memanggil nama oman dan jarang dipakai oleh orang lain tidak seperti nama abdur atau rahman yang sudah sangat pasaran hehe.
Kembali lagi ke masalah cita-cita yang pernah ditanyakan kepada saya oleh orang tua saya, dan penjelasan diatas hanyalah intermezzo agar anda semua tidak salah faham dalam mengartikan kalimat ‘oman’, apabila anda membaca tulisan ini. Sayapun menjawab pertanya tentaang cita-cita saya yang dipertanyakan oleh orang tua saya, dengan polos dan lantangnya saya menjawab “ oman kalau sudah besar ingin menjadi polisi pak”, mendengar jawaban yang keluar dari mulut polos saya orang tua saya pun manggut-manggut dan berkata mudah-mudahan cita-cita oman tercapai untuk menjadi seorang polisi, dan biar bisa menjadi seorang polisi oman harus belajar dengan sungguh-sungguh dan dibarengi dengan berdoa, dan sesaaat kemuadian saya pun hanya memanggutkan kepala tanpa mengerti maksud dan tujuan kalimat yang diucapkan oleh orang tua saya,yang jelas asaya sudah mempunyai cita-cita, akan menjadi apa saya ketika sudah besar nanti. dan kemudian orang tua sayapun kembali mengajukan pertanyaan yang kedua untuk saya, mengapa kata nya, oman mau menjadi seorang polisi? Dan dengan polos sayapun menjawab oman menjadi polisi karena oman mau bawa-bawa pistol kemana-mana, dan mendengar jawaban polos saya orang tua saya hanya tersenyum simpul kepada saya.
Ya itulah mungkin sedikit penggalan tentang cita-cita yang pernah selalu ditanyakan orang tua kita kepada kita pada waktu kita kecil, jawaban-jawaban polospun akan keluar dari mulut kita ketika kita akan menjawab pertanyaan tentang cita-cita kita apabila kita sudah besar nanti, tapi kadang juga tidak semua jawaban polos itu keluar dengan sendirinya, dan sebagian ada juga anak-anak yang ketika ditanyakan tentang cita-citanya dia menjelaskan secara jelas apa cita-citanya ketika ia sudah besar nanti, dan ia benar-benar serius untuk menggapai cita-citanya itu sampai ia bisa mewujudkan cita-citanya itu, dan ia membuktikan kepada orang tuanya bahwa apa yang ia ucapkan ketika ia kecil memang terbukti ia menjadi seorang yang sesuai dengan cita-citanya, tapi banyak juga cita-cita yang ia sebutkan hanyalah kepolosan belaka yang ia sebutkan ketika ia kecil tanpa mengerti apa yang ia sebutkan, dan banyak juga cita-cita yang terwujud tidak sesuai dengan apa yang ia cita-cita sewaktu kecil dulu, atau dalam artikata ia membelot dari apa yang ia ucapkan ketika waktu kecil dulu, dan tentunya itu semua dikarenakan banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya, diantaranya mungkin semakin matangnya tingkat berfikir kita dan kita semakin mengerti dengan apa yang kita ucapkan dengan dengan berbagai macam pengalaman yang dia laluinya. kembali lagi dengan cita-cita saya, saya adalah termasuk salah satu kedalam manusia yang membelot dari apa yang saya ucapakan ketika waktu saya kecil dulu, dulu saya pernah bercita-cita untuk menjadi polisi, karena mungkin dulu yang ada didalam pikiran saya hanya seorang polisi dan gambaran seorang polisi itu gagah, berani, kemana-mana membawa pistol dan seorang polisi pastinya alak ditakuti oleh siapapun, ya itulah pemikiran saya waktu saya kecil dulu tentang seorang polisi makanya saya sangat bercita-cita untuk menjadi seorang polisi.
Tapi sekarang apa cita-cita saya???
Silahkan tanyakan kepada saya.
Seorang polisikan?
Jawabannya jelas sangat tertulis TIDAK. Saya tidak mau menjadi seorang polisi. Karena apa? Ya tentu ada alasannya dan alasan itu sangat banya sekali tidak bisa saya sebutkan satu persatu tentunya karena memang sangat banyak alasan mengapa seseorang tidak mau menjadi seorang polisi. Alasan yang tentu mendasar yang menjadi alasan saya pribadi tidak mau menjadi seorang anggota polisi adalah saya tidak mau menjadi bahan sumpah serapah masyarakat, mengapa begitu? Ya lihat saja kelakuan polisi saat ini bagai mana dan tentunya anda semua juga pasti sudah mengetahuinya, tidak perlu saya jelaskan panjang lebar. Dan yang pasti setalah besar sekarang saya mempunyai cita-cita yang harus saya capai yaitu saya mau membahagiakan orang-orang yang saya sayangi terutama orang tua saya yang telah membesarkan saya dengan penuh kasih sayangnya yang tiada duanya, dan saya ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain, itulah cita-cita saya gag muluk-muluk kok, mudah-mudahan tercapai, amiiiiin..
Dan inti dari semua ini adalah, kita semua berhak memiliki dan menyebutkan apa cita-cita kita terserah anda apa saja cita-cita anda semua sah dan berhak dimiliki, seperti kata pepatah raihlah cita=cita setinggi lagit, itu artinya kita boleh menginginkan cita yang besar ,tapi perlu digarisbawahi semua cita-cita yang kita sebutkan dan kita inginkan adalah semua nya harapan yang harus digapai dan diraih , apa bila kita mendapatkannya , maka kita akan merasa bangga dan senang karena semua apa yang kita impikan tercapai, tetapi apabila semua cita-cita kita tidak tergapai setelah kita melakukan semua usaha dan disertai berdoa maka kita harus bisa mengendalikan diri kita agar apa yang telah kita lakukan atau lalui semua bermanfaat dan pasti dibalik kegagalan yang tidak capai terselip sebuah hikmah yang sangat besar yang bisa kita ambil.
“oman cita-cita kamu kalau sudah besar mau jadi apa?? Tanya orang tuaku kepada ku, sebelum aku menjawab saya akan menjelaskan sedikit siapa oman itu, oman bukan sebutan sebuah negara yang ada di Asia kalau tidak salah saya, tapi sebutan oman adalah nama kecilku ketika aku masih kanak-kanak, dan sampai sekarang masih ada juga beberapa temanku yang memanggil saya dengan pangilan oman, kedengarannya memang agak janggal ditelinga sebutan oman itu, saya juga tidak mengerti kenapa orang tua saya dulu memanggil nama saya ketika saya kecil dengan sebuah panggilan ‘ oman’ saya hanya menurut saja ketika nama kecil saya diberi nama oman, karena memang pada waktu itu saya belum mengerti arti sebuah nama, sebenarnya nama asli saya adalah Abdurrohman, cukup bagus bukan nama saya, dan yang pasti saya bukan orang yang pernah menjadi seorang presiden di negara Indonesia , saya hanyalah abdurrohman yang tinggal didesa, kalau dilihat-lihat nama saya enakan kalau dulu panggil nama kecil saya dengan sebutan rahman saja atau abdur mungkin akan kedengaran lebih bersahaja ditelinga dari pada sebutan oman, hehe dan saya juga tidak tau pasti kenapa orang tua saya lebih memilih nama oman dari pada abdur atau rahman, mungkin kelihatan lebih singkat, pdat, dan jelas begitu memanggil nama oman dan jarang dipakai oleh orang lain tidak seperti nama abdur atau rahman yang sudah sangat pasaran hehe.
Kembali lagi ke masalah cita-cita yang pernah ditanyakan kepada saya oleh orang tua saya, dan penjelasan diatas hanyalah intermezzo agar anda semua tidak salah faham dalam mengartikan kalimat ‘oman’, apabila anda membaca tulisan ini. Sayapun menjawab pertanya tentaang cita-cita saya yang dipertanyakan oleh orang tua saya, dengan polos dan lantangnya saya menjawab “ oman kalau sudah besar ingin menjadi polisi pak”, mendengar jawaban yang keluar dari mulut polos saya orang tua saya pun manggut-manggut dan berkata mudah-mudahan cita-cita oman tercapai untuk menjadi seorang polisi, dan biar bisa menjadi seorang polisi oman harus belajar dengan sungguh-sungguh dan dibarengi dengan berdoa, dan sesaaat kemuadian saya pun hanya memanggutkan kepala tanpa mengerti maksud dan tujuan kalimat yang diucapkan oleh orang tua saya,yang jelas asaya sudah mempunyai cita-cita, akan menjadi apa saya ketika sudah besar nanti. dan kemudian orang tua sayapun kembali mengajukan pertanyaan yang kedua untuk saya, mengapa kata nya, oman mau menjadi seorang polisi? Dan dengan polos sayapun menjawab oman menjadi polisi karena oman mau bawa-bawa pistol kemana-mana, dan mendengar jawaban polos saya orang tua saya hanya tersenyum simpul kepada saya.
Ya itulah mungkin sedikit penggalan tentang cita-cita yang pernah selalu ditanyakan orang tua kita kepada kita pada waktu kita kecil, jawaban-jawaban polospun akan keluar dari mulut kita ketika kita akan menjawab pertanyaan tentang cita-cita kita apabila kita sudah besar nanti, tapi kadang juga tidak semua jawaban polos itu keluar dengan sendirinya, dan sebagian ada juga anak-anak yang ketika ditanyakan tentang cita-citanya dia menjelaskan secara jelas apa cita-citanya ketika ia sudah besar nanti, dan ia benar-benar serius untuk menggapai cita-citanya itu sampai ia bisa mewujudkan cita-citanya itu, dan ia membuktikan kepada orang tuanya bahwa apa yang ia ucapkan ketika ia kecil memang terbukti ia menjadi seorang yang sesuai dengan cita-citanya, tapi banyak juga cita-cita yang ia sebutkan hanyalah kepolosan belaka yang ia sebutkan ketika ia kecil tanpa mengerti apa yang ia sebutkan, dan banyak juga cita-cita yang terwujud tidak sesuai dengan apa yang ia cita-cita sewaktu kecil dulu, atau dalam artikata ia membelot dari apa yang ia ucapkan ketika waktu kecil dulu, dan tentunya itu semua dikarenakan banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya, diantaranya mungkin semakin matangnya tingkat berfikir kita dan kita semakin mengerti dengan apa yang kita ucapkan dengan dengan berbagai macam pengalaman yang dia laluinya. kembali lagi dengan cita-cita saya, saya adalah termasuk salah satu kedalam manusia yang membelot dari apa yang saya ucapakan ketika waktu saya kecil dulu, dulu saya pernah bercita-cita untuk menjadi polisi, karena mungkin dulu yang ada didalam pikiran saya hanya seorang polisi dan gambaran seorang polisi itu gagah, berani, kemana-mana membawa pistol dan seorang polisi pastinya alak ditakuti oleh siapapun, ya itulah pemikiran saya waktu saya kecil dulu tentang seorang polisi makanya saya sangat bercita-cita untuk menjadi seorang polisi.
Tapi sekarang apa cita-cita saya???
Silahkan tanyakan kepada saya.
Seorang polisikan?
Jawabannya jelas sangat tertulis TIDAK. Saya tidak mau menjadi seorang polisi. Karena apa? Ya tentu ada alasannya dan alasan itu sangat banya sekali tidak bisa saya sebutkan satu persatu tentunya karena memang sangat banyak alasan mengapa seseorang tidak mau menjadi seorang polisi. Alasan yang tentu mendasar yang menjadi alasan saya pribadi tidak mau menjadi seorang anggota polisi adalah saya tidak mau menjadi bahan sumpah serapah masyarakat, mengapa begitu? Ya lihat saja kelakuan polisi saat ini bagai mana dan tentunya anda semua juga pasti sudah mengetahuinya, tidak perlu saya jelaskan panjang lebar. Dan yang pasti setalah besar sekarang saya mempunyai cita-cita yang harus saya capai yaitu saya mau membahagiakan orang-orang yang saya sayangi terutama orang tua saya yang telah membesarkan saya dengan penuh kasih sayangnya yang tiada duanya, dan saya ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain, itulah cita-cita saya gag muluk-muluk kok, mudah-mudahan tercapai, amiiiiin..
Dan inti dari semua ini adalah, kita semua berhak memiliki dan menyebutkan apa cita-cita kita terserah anda apa saja cita-cita anda semua sah dan berhak dimiliki, seperti kata pepatah raihlah cita=cita setinggi lagit, itu artinya kita boleh menginginkan cita yang besar ,tapi perlu digarisbawahi semua cita-cita yang kita sebutkan dan kita inginkan adalah semua nya harapan yang harus digapai dan diraih , apa bila kita mendapatkannya , maka kita akan merasa bangga dan senang karena semua apa yang kita impikan tercapai, tetapi apabila semua cita-cita kita tidak tergapai setelah kita melakukan semua usaha dan disertai berdoa maka kita harus bisa mengendalikan diri kita agar apa yang telah kita lakukan atau lalui semua bermanfaat dan pasti dibalik kegagalan yang tidak capai terselip sebuah hikmah yang sangat besar yang bisa kita ambil.
Selasa, 01 Januari 2013 -
Spirit
0
komentar
Spirit
0
komentar
Tips menjadi ayah yang teladan.
Puaskah para pria ketika telah menjadi Ayah yang baik karena sudah merasa memenuhi kebutuhan keluarga bahkan sampai bekerja lembur. Sepertinya kepuasan yang Anda rasakan hanya kepuasan untuk diri sendiri. Menjadi Ayah yang baik bukan berarti kebutuhan yang Anda penuhi terbeli lewat keringat yang diperas setiap hari. Anak dan istri membutuhkan kehadiran dan waktu Anda. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika ingin menjadi Ayah yang baik
Aktif Secara Fisik
Bekerja membuat otak dan fisik Anda lelah, tapi jangan lupa untuk tetap beraktivitas. Berolah raga misalnya, akan membuat penampilan fisik Anda prima. Aktivitas ini bisa Anda lakukan bersama keluarga di akhir pekan.
Menemani anak jogging, bersepeda, atau berenang, selain dapat meningkatkan kebugaran, juga semakin mendekatkan Anda dengan orang-orang tercinta. Untuk hasil maksimal, lakukan sedikitnya 2 kali dalam sebulan.Sederhanakan!
Jadilah Pemberani
Sebagai pria sejati di rumah, anggota keluarga banyak berharap pada keberanian Anda. Saat Anda sedang ber-outbound bersama keluarga, si kecil ingin melihat Anda menaklukan tantangan flying fox. Tunjukan padanya, bukan otot Anda saja yang kekar, namun Anda juga berani mengahapi hal-hal yang di mata anak-anak cukup mengerikan. Ini juga akan mengajarkan padanya bagaimana seharusnya menghadapi sesuatu yang menakutkan.
Penuh Kesabaran
Buah hati Anda yang sedang tumbuh akan banyak bertanya mengenai hal-hal yang baru ditemuinya. Tak jarang, penjelasan dari Anda masih terus dikejar dengan pertanyaan berikutnya. Untuk, itu jangan menyerah untuk memberinya jawaban yang tepat dan pas di hatinya.
Jika ada pertanyan yang tidak bisa Anda jawab. Berusahalah untuk menemukannya berdua. Apa lagi sekarang sudah ada internet yang bisa memberi jawaban apapaun. Akan lebih bagus lagi jika Anda sudah mempersiapkan ensiklopedia dan membacanya berdua.
Kreatifitas Tinggi
Si kecil senang bermain air sehingga sering bolak-balik ke kamar mandi atau sering air. Salurkan saja energinya untuk membantu Anda mencuci mobil atau menyiram taman rumah. Kegiatan ini justru makin mempererat kebersamaan Anda, disamping mengajarinya keterampilan hidup.
Lebih dari itu jika Anda bermain dengan anak, jangan pernah malu untuk menjadi anak-anak lagi. Misalnya ketika Anda ingin membuat kemah dalam rumah, bukan berarti harus membeli tenda dan membukanya di ruang tamu atau ruang santai. Tapi Anda juga bisa membuat tenda dari selimut atau sprei dan mendirikannya dengan bantuan benda apa saja termasuk sapu. Anda juga bisa membuat api unggun (imajinasi) dan mulai mendongeng.
Bersama Bunda
Jangan pernah melakukan keputusan yang bertentangan dengan istri Anda. Terutama jika di ada di depan anak-anak. Jika Anda tidak setuju dengan keputusan istri, lakukan pembicaraan setelahnya. Jangan pernah menganulir keputusan.
Bagaimana Anda memperlakukan istri juga sangat penting bagi anak-anak. Maka jangan pernah berselisih apalagi memasang muka masam kepada istri di depan anak. Jika Anda ingin dihormati anak, hormatilah istri dan anak Anda.
Nah, jika sebagai Ayah tetapi Anda belum melakukan hal-hal kecil tersebut, atau bahkan bertentangan sebaiknya segera diperbaiki. Tidak ada kata terlambat untuk kebahagiaan anak. Selamat mengasihi anak dan keluarga.
Aktif Secara Fisik
Bekerja membuat otak dan fisik Anda lelah, tapi jangan lupa untuk tetap beraktivitas. Berolah raga misalnya, akan membuat penampilan fisik Anda prima. Aktivitas ini bisa Anda lakukan bersama keluarga di akhir pekan.
Menemani anak jogging, bersepeda, atau berenang, selain dapat meningkatkan kebugaran, juga semakin mendekatkan Anda dengan orang-orang tercinta. Untuk hasil maksimal, lakukan sedikitnya 2 kali dalam sebulan.Sederhanakan!
Jadilah Pemberani
Sebagai pria sejati di rumah, anggota keluarga banyak berharap pada keberanian Anda. Saat Anda sedang ber-outbound bersama keluarga, si kecil ingin melihat Anda menaklukan tantangan flying fox. Tunjukan padanya, bukan otot Anda saja yang kekar, namun Anda juga berani mengahapi hal-hal yang di mata anak-anak cukup mengerikan. Ini juga akan mengajarkan padanya bagaimana seharusnya menghadapi sesuatu yang menakutkan.
Penuh Kesabaran
Buah hati Anda yang sedang tumbuh akan banyak bertanya mengenai hal-hal yang baru ditemuinya. Tak jarang, penjelasan dari Anda masih terus dikejar dengan pertanyaan berikutnya. Untuk, itu jangan menyerah untuk memberinya jawaban yang tepat dan pas di hatinya.
Jika ada pertanyan yang tidak bisa Anda jawab. Berusahalah untuk menemukannya berdua. Apa lagi sekarang sudah ada internet yang bisa memberi jawaban apapaun. Akan lebih bagus lagi jika Anda sudah mempersiapkan ensiklopedia dan membacanya berdua.
Kreatifitas Tinggi
Si kecil senang bermain air sehingga sering bolak-balik ke kamar mandi atau sering air. Salurkan saja energinya untuk membantu Anda mencuci mobil atau menyiram taman rumah. Kegiatan ini justru makin mempererat kebersamaan Anda, disamping mengajarinya keterampilan hidup.
Lebih dari itu jika Anda bermain dengan anak, jangan pernah malu untuk menjadi anak-anak lagi. Misalnya ketika Anda ingin membuat kemah dalam rumah, bukan berarti harus membeli tenda dan membukanya di ruang tamu atau ruang santai. Tapi Anda juga bisa membuat tenda dari selimut atau sprei dan mendirikannya dengan bantuan benda apa saja termasuk sapu. Anda juga bisa membuat api unggun (imajinasi) dan mulai mendongeng.
Bersama Bunda
Jangan pernah melakukan keputusan yang bertentangan dengan istri Anda. Terutama jika di ada di depan anak-anak. Jika Anda tidak setuju dengan keputusan istri, lakukan pembicaraan setelahnya. Jangan pernah menganulir keputusan.
Bagaimana Anda memperlakukan istri juga sangat penting bagi anak-anak. Maka jangan pernah berselisih apalagi memasang muka masam kepada istri di depan anak. Jika Anda ingin dihormati anak, hormatilah istri dan anak Anda.
Nah, jika sebagai Ayah tetapi Anda belum melakukan hal-hal kecil tersebut, atau bahkan bertentangan sebaiknya segera diperbaiki. Tidak ada kata terlambat untuk kebahagiaan anak. Selamat mengasihi anak dan keluarga.
Minggu, 30 Desember 2012 -
Relationship,
Spirit
0
komentar
Relationship,
Spirit
0
komentar
Sahabat sangat berarti.
Sebagai seorang lelaki, hidup tidak akan lengkap tanpa kehadiran seorang sahabat, terlebih lagi sahabat sejati yang bisa menjadi cermin siapa diri Anda. Masalahnya, dengan banyaknya kehadiran orang-orang baik dalam kehidupan Anda (baik dari pertemuan langsung atau dunia maya), ternyata tidak semua bisa menjadi sahabat sejati Anda. Apakah mereka hanya teman berbagi kesenangan dan pengetahuan belaka, atau bisa menjadi soulmate Anda?
Sahabat Sejati...
Mengatakan yang Sesungguhnya
Sahabat sejati tidak akan sungkan mengatakan, "Berat badan kamu naik ya?" atau "Ada cabai di gigi kamu, bersihin dong!" Mengapa? Karena mereka melakukan itu tidak lebih untuk kebaikan Anda sendiri. Tidak jarang mereka menjadi alarm yang tidak berhenti memperingatkan Anda bahwa pria yang Anda sukai sebenarnya pria yang tidak baik dan tidak pantas untuk Anda.
Jengkel? Jangan lagi. Mereka tidak sedang menjatuhkan Anda. Mereka mengatakan hal yang sesungguhnya sekalipun terkesan menyakitkan du hati Anda. Mereka mengatakan sesuatu yang terkesan 'dingin' tetapi mereka melakukan itu untuk menunjukkan kepedulian yang sangat besar bagi Anda. Lebih baik sahabat sendiri yang mengatakan ada cabai di gigi Anda ketimbang Anda keliling kota dengan cabai terselip di antara gigi tanpa sadar. Iya bukan?
Sahabat Sejati...
Mengantar Anda Menggapai Impian
Sekalipun mereka mengatakan hal-hal kebenaran tentang Anda, mereka tidak akan menghakimi atau mengkritik Anda. Mereka adalah pemberi saran terbaik, sekaligus rekan paling gila yang bisa membuat Anda tidak sungkan mengatakan apa sebenarnya impian Anda, apa yang sebenarnya yang Anda cari dalam hidup Anda (seringkali hal ini bahkan tidak diketahui orang tua Anda sendiri).
Bersama mereka, Anda bisa mendapat motivasi dan dorongan yang kuat untuk menggapai impian Anda. Anda juga demikian, menjadi penopang impian sahabat Anda. Saling mendukung, saling percaya dan saling mengingatkan, tanpa sikap menghakimi. Mereka bisa menjadi kotak untuk menampung impian Anda, sekaligus tempat mencurahkan air mata saat impian Anda tak tercapai dan melambung terlalu tinggi untuk diraih.
Sahabat Sejati...
Tidak Meminta Imbalan Apapun
Mungkin Anda pernah saling meminjam barang atau uang pada sahabat Anda, ini wajar. Tetapi di luar itu semua, seorang sahabat tidak mengharap apapun dari Anda. Tidak mengharap Anda akan memberikan sesuatu dalam bentuk materi atau keuntungan lain. Mereka hanya ingin berbagi bersama Anda dan saling menopang. Tidak ada imbalan yang akan mereka minta sebagai bentuk balas jasa.
Sekalipun Anda dalam kondisi susah, melarat, jatuh miskin dan tidak memiliki apapun, mereka akan ada di samping Anda, masih menjadi sahabat yang sama baiknya seperti pada saat Anda sukses dan bahagia. Mereka selalu membagi energi, pikiran, waktu, tenaga dan berbagai hal lain untuk Anda. Tidak mudah melakukan semua itu tanpa imbalan, mereka adalah harta yang harus Anda jaga.
Sahabat Sejati...
Tidak Akan Mengubah Anda
Mereka menerima apapun diri Anda, apapun pemikiran Anda dan mereka tidak akan meminta Anda untuk berubah menjadi orang lain. Mungkin mereka akan mengingatkan Anda bila terlalu banyak mengonsumsi makanan tak sehat dan masih merokok, tetapi mereka melakukan itu untuk kebaikan Anda. Mereka mungkin mengingatkan Anda untuk tidak berteriak kurang ajar pada seorang supir taksi, tetapi sekali lagi, mereka melakukannya untuk kebaikan Anda.
Jika Anda tidak suka dengan pilihan film kesukaannya, mereka tidak akan memaksa Anda untuk menonton film tersebut. Jika Anda tidak suka rumah makan kesukaan mereka, mereka akan lebih memilih mengunjungi rumah makan itu seorang diri tanpa mengajak Anda, karena mereka tahu bahwa Anda tidak suka. Mereka menghormati Anda, keputusan Anda dan hal-hal yang tidak Anda suka. As simple as that.
Sahabat Sejati...
Mau Mendengarkan Anda
Banyak orang yang tampak mendengarkan Anda dan bersimpati, tetapi hanya itu saja, kemudian mereka berlalu. Tetapi seorang sahabat tidak melakukannya, mereka mendengar apapun yang Anda katakan, bahkan bila membutuhkan waktu berjam-jam. Saat Anda mencurahkan hati dan pemikiran Anda, mereka benar-benar mendengarkan Anda. Melihat mimik wajah Anda, menggali apa yang sedang Anda rasakan dan mereka selalu tahu saat Anda berbohong.
Sangat sedikit orang yang mau mendengarkan Anda hingga mendalam, ini bukan pekerjaan mudah. Karena lebih banyak orang yang akan menghakimi dan mengkritik Anda, itu lebih mudah daripada mendengarkan. Sahabat Anda akan selalu mendengarkan Anda tanpa kritik. Karena itu, Anda lebih membutuhkan satu orang sahabat sejati yang mau mendengarkan Anda dibandingkan hanya bersenang-senang dan terlihat cool dengan beberapa orang, tetapi sebenarnya Anda kesepian.
Sahabat Sejati...
Mengatakan yang Sesungguhnya
Sahabat sejati tidak akan sungkan mengatakan, "Berat badan kamu naik ya?" atau "Ada cabai di gigi kamu, bersihin dong!" Mengapa? Karena mereka melakukan itu tidak lebih untuk kebaikan Anda sendiri. Tidak jarang mereka menjadi alarm yang tidak berhenti memperingatkan Anda bahwa pria yang Anda sukai sebenarnya pria yang tidak baik dan tidak pantas untuk Anda.
Jengkel? Jangan lagi. Mereka tidak sedang menjatuhkan Anda. Mereka mengatakan hal yang sesungguhnya sekalipun terkesan menyakitkan du hati Anda. Mereka mengatakan sesuatu yang terkesan 'dingin' tetapi mereka melakukan itu untuk menunjukkan kepedulian yang sangat besar bagi Anda. Lebih baik sahabat sendiri yang mengatakan ada cabai di gigi Anda ketimbang Anda keliling kota dengan cabai terselip di antara gigi tanpa sadar. Iya bukan?
Sahabat Sejati...
Mengantar Anda Menggapai Impian
Sekalipun mereka mengatakan hal-hal kebenaran tentang Anda, mereka tidak akan menghakimi atau mengkritik Anda. Mereka adalah pemberi saran terbaik, sekaligus rekan paling gila yang bisa membuat Anda tidak sungkan mengatakan apa sebenarnya impian Anda, apa yang sebenarnya yang Anda cari dalam hidup Anda (seringkali hal ini bahkan tidak diketahui orang tua Anda sendiri).
Bersama mereka, Anda bisa mendapat motivasi dan dorongan yang kuat untuk menggapai impian Anda. Anda juga demikian, menjadi penopang impian sahabat Anda. Saling mendukung, saling percaya dan saling mengingatkan, tanpa sikap menghakimi. Mereka bisa menjadi kotak untuk menampung impian Anda, sekaligus tempat mencurahkan air mata saat impian Anda tak tercapai dan melambung terlalu tinggi untuk diraih.
Sahabat Sejati...
Tidak Meminta Imbalan Apapun
Mungkin Anda pernah saling meminjam barang atau uang pada sahabat Anda, ini wajar. Tetapi di luar itu semua, seorang sahabat tidak mengharap apapun dari Anda. Tidak mengharap Anda akan memberikan sesuatu dalam bentuk materi atau keuntungan lain. Mereka hanya ingin berbagi bersama Anda dan saling menopang. Tidak ada imbalan yang akan mereka minta sebagai bentuk balas jasa.
Sekalipun Anda dalam kondisi susah, melarat, jatuh miskin dan tidak memiliki apapun, mereka akan ada di samping Anda, masih menjadi sahabat yang sama baiknya seperti pada saat Anda sukses dan bahagia. Mereka selalu membagi energi, pikiran, waktu, tenaga dan berbagai hal lain untuk Anda. Tidak mudah melakukan semua itu tanpa imbalan, mereka adalah harta yang harus Anda jaga.
Sahabat Sejati...
Tidak Akan Mengubah Anda
Mereka menerima apapun diri Anda, apapun pemikiran Anda dan mereka tidak akan meminta Anda untuk berubah menjadi orang lain. Mungkin mereka akan mengingatkan Anda bila terlalu banyak mengonsumsi makanan tak sehat dan masih merokok, tetapi mereka melakukan itu untuk kebaikan Anda. Mereka mungkin mengingatkan Anda untuk tidak berteriak kurang ajar pada seorang supir taksi, tetapi sekali lagi, mereka melakukannya untuk kebaikan Anda.
Jika Anda tidak suka dengan pilihan film kesukaannya, mereka tidak akan memaksa Anda untuk menonton film tersebut. Jika Anda tidak suka rumah makan kesukaan mereka, mereka akan lebih memilih mengunjungi rumah makan itu seorang diri tanpa mengajak Anda, karena mereka tahu bahwa Anda tidak suka. Mereka menghormati Anda, keputusan Anda dan hal-hal yang tidak Anda suka. As simple as that.
Sahabat Sejati...
Mau Mendengarkan Anda
Banyak orang yang tampak mendengarkan Anda dan bersimpati, tetapi hanya itu saja, kemudian mereka berlalu. Tetapi seorang sahabat tidak melakukannya, mereka mendengar apapun yang Anda katakan, bahkan bila membutuhkan waktu berjam-jam. Saat Anda mencurahkan hati dan pemikiran Anda, mereka benar-benar mendengarkan Anda. Melihat mimik wajah Anda, menggali apa yang sedang Anda rasakan dan mereka selalu tahu saat Anda berbohong.
Sangat sedikit orang yang mau mendengarkan Anda hingga mendalam, ini bukan pekerjaan mudah. Karena lebih banyak orang yang akan menghakimi dan mengkritik Anda, itu lebih mudah daripada mendengarkan. Sahabat Anda akan selalu mendengarkan Anda tanpa kritik. Karena itu, Anda lebih membutuhkan satu orang sahabat sejati yang mau mendengarkan Anda dibandingkan hanya bersenang-senang dan terlihat cool dengan beberapa orang, tetapi sebenarnya Anda kesepian.
Kamis, 22 November 2012 -
Relationship,
Spirit
0
komentar
Relationship,
Spirit
0
komentar
Ridwan si Litlle Superhero!
21.04 rintik hujan pun semakin membesar sepulang aku melihat film yang membuat ku terharu dan tak sengaja aku melihat anak kecil yang membawa sebuah tongkat sambil memikul beban yang ada di dalam karung berisi botol plastik, sambil berteduh aku mengajak nya bicara..
Ya, dia terpaksa bekerja malam hari memungut bekas air mineral yang tak seberapa harganya dan bahkan menurut aku pun itu sama sekali tidak berhargatapi untuk dia satu saja pun bagaikan butiran emas yang sangat berharga. Panggil saja ridwan umur nya yang masih sangat muda yaitu 8 tahun harus bekerja seperti itu, dia sudah di tinggal kan ayah nya sejak masih bayi, ibunya hanyalah sebagai pekerja serabutan untuk makan sehari saja dia harus bekerja dengan susah payah, sudah larut malam pun ia masih saja mencari bekas botol plastik yang berserakan..
Seharusnya waktu istirahat untuk melanjutkan hari esok untuk sekolah.. Tapi, dia belum pernah mengenyam bangku sekolahan sampai saat ini..
Sungguh ironisdia biasa keluar mencari botol plastik pada jam 7 malam hingga jam 12 dan dia bisa mencari rupiah itu hingga 9 kilometer, saya tidak tega mendengar nyabocah seperti dia harus menanggung beban yang begitu berat nya..
Dan waktu pun semakin larut hingga rintik hujan pun berhenti, dan akhirnya dia kembali menyusuri jalan mencari pundi - pundi rupiah, aku bangga kepadanya sungguh malam yang mengharukan sekaligus membuat ku tahu bagai mana kerasnya dunia, tetap semangat litle superhero!
Ya, dia terpaksa bekerja malam hari memungut bekas air mineral yang tak seberapa harganya dan bahkan menurut aku pun itu sama sekali tidak berhargatapi untuk dia satu saja pun bagaikan butiran emas yang sangat berharga. Panggil saja ridwan umur nya yang masih sangat muda yaitu 8 tahun harus bekerja seperti itu, dia sudah di tinggal kan ayah nya sejak masih bayi, ibunya hanyalah sebagai pekerja serabutan untuk makan sehari saja dia harus bekerja dengan susah payah, sudah larut malam pun ia masih saja mencari bekas botol plastik yang berserakan..
Seharusnya waktu istirahat untuk melanjutkan hari esok untuk sekolah.. Tapi, dia belum pernah mengenyam bangku sekolahan sampai saat ini..
Sungguh ironisdia biasa keluar mencari botol plastik pada jam 7 malam hingga jam 12 dan dia bisa mencari rupiah itu hingga 9 kilometer, saya tidak tega mendengar nyabocah seperti dia harus menanggung beban yang begitu berat nya..
Dan waktu pun semakin larut hingga rintik hujan pun berhenti, dan akhirnya dia kembali menyusuri jalan mencari pundi - pundi rupiah, aku bangga kepadanya sungguh malam yang mengharukan sekaligus membuat ku tahu bagai mana kerasnya dunia, tetap semangat litle superhero!
Jumat, 02 November 2012 -
Hidline News,
Relationship,
Spirit
0
komentar
Hidline News,
Relationship,
Spirit
0
komentar
Semua Berkumpul
Dari banyak penjuru Kota di Sumatra dan Jawa. berkumpul di bandara Soekarno Hatta pada tanggal 29-10-2012 lalu makan siang di Gazebo Cafe lalu pergi ke Kota Tua dan Chek In di Hotel Amaris Mangga Dua Square. di jalan ngeliat Chealsea Olivia yang mau nampil di Global TV Ampuh.
Lanjut makan malam dengan Pejabat Trikomsel di malam Penghargaan di Hotel Amaris. lalu istirahat. paginya tanggal 30-10-2012 berangkat ke

Monas lalu pergi ke Dufan Ancol. naik Halilintar, Histeria, Kincir, Istana Boneka dan Bianglala (nggak berani naik Tornado xD) lalu makan malam di Bandar Jakarta dan balik ke Hotel istirahat sambil main kartu (muntah makan buncis Thailand karena kalah :D)
Paginya tanggal 31-10-2012 berangkat ke gedung ITC Mangga Dua dan berangkat ke Bandara Soekarno Hatta lagi nunggu pesawat Dellayed untuk balik lagi ke kota masing-masing :') dan sampai ke Pekanbaru :D sangat menyenangkan :D teman-teman dari seluruh penjuru semoga kita bisa berjumpa kembali suatu saat nanti. kalau nggak ya ngumpul di akhirat aja ya :D hahaha
Nice to meet you all. i will missing you. don't forget all about me :) sukses menyertai kita bersama :) tetap semangat ^_^b moment yang takkan terlupakan bersama kalian semua :')
Lanjut makan malam dengan Pejabat Trikomsel di malam Penghargaan di Hotel Amaris. lalu istirahat. paginya tanggal 30-10-2012 berangkat ke

Monas lalu pergi ke Dufan Ancol. naik Halilintar, Histeria, Kincir, Istana Boneka dan Bianglala (nggak berani naik Tornado xD) lalu makan malam di Bandar Jakarta dan balik ke Hotel istirahat sambil main kartu (muntah makan buncis Thailand karena kalah :D)
Paginya tanggal 31-10-2012 berangkat ke gedung ITC Mangga Dua dan berangkat ke Bandara Soekarno Hatta lagi nunggu pesawat Dellayed untuk balik lagi ke kota masing-masing :') dan sampai ke Pekanbaru :D sangat menyenangkan :D teman-teman dari seluruh penjuru semoga kita bisa berjumpa kembali suatu saat nanti. kalau nggak ya ngumpul di akhirat aja ya :D hahaha
Nice to meet you all. i will missing you. don't forget all about me :) sukses menyertai kita bersama :) tetap semangat ^_^b moment yang takkan terlupakan bersama kalian semua :')
Rabu, 31 Oktober 2012 -
Hidline News,
Muse,
Relationship,
Spirit
0
komentar
Hidline News,
Muse,
Relationship,
Spirit
0
komentar
The ABC’s of Friendship
Friends, this time I wanted to post a few important things about a friend.
Always be honest
Be there when they need you
Cheer them on
Don’t look for their fault
Encourage their dreams
Forgive them
Get together often
Have faith in them
Include them
Just be there when they need you
Know when they need a hug
Love them unconditionally
Make them feel special
Never forget them
Offer to help and know when “no thanks” is just politeness
Praise them honestly and openly
Quietly disagree
Really listen
Say you’re sorry
Talk frequently
Use good judgement
Verbalize your feelings
Wish them luck
Xamine your motives before you help out
Your words count, use them wisely
Zip your lips when told a secret
So do not waste your dear friend :)
Always be honest
Be there when they need you
Cheer them on
Don’t look for their fault
Encourage their dreams
Forgive them
Get together often
Have faith in them
Include them
Just be there when they need you
Know when they need a hug
Love them unconditionally
Make them feel special
Never forget them
Offer to help and know when “no thanks” is just politeness
Praise them honestly and openly
Quietly disagree
Really listen
Say you’re sorry
Talk frequently
Use good judgement
Verbalize your feelings
Wish them luck
Xamine your motives before you help out
Your words count, use them wisely
Zip your lips when told a secret
So do not waste your dear friend :)
Minggu, 28 Oktober 2012 -
Muse,
Relationship,
Spirit
0
komentar
Muse,
Relationship,
Spirit
0
komentar
Rencana Tuhan itu Indah
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."
Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; " anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.
Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.
Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; "Allah, apa yang Engkau lakukan? " Ia menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"
Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiku."
Recommended : Facebook
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."
Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; " anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.
Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.
Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; "Allah, apa yang Engkau lakukan? " Ia menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"
Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiku."
Recommended : Facebook
Sabtu, 27 Oktober 2012 -
Muse,
Relationship,
Spirit
0
komentar
Muse,
Relationship,
Spirit
0
komentar
5 Cita-cita Terpopuler di Masa Kecil
Guys, lu masih inget ga kalo watu kecil kita ditanya cita-cita nya mau jadi apa? kali ini gua posting tentang 5 mimpi Terpopuler waktu masih kecil...
Saat masih kecil, kita diajarkan untuk memiliki impian pekerjaan saat dewasa nanti. Beragam jenis cita-cita pun terlontar, mulai dari ingin menjadi pemadam kebakaran, masinis, pelaut hingga ingin memiliki toko kue.
Berikut ini lima jawaban paling populer yang gua dapet:
1. Dokter
Meskipun menggapainya tak semudah mengimpikannya, dokter ternyata masih menjadi cita-cita yang paling populer di anak-anak. Entah mungkin karena pengaruh mudahnya mengikuti tren cita-cita keren teman-teman lainnya saat masih kecil. Namun, setelah dewasa tidak sedikit orang yang harus meninggalkan impian mereka sebagai dokter dan memilih karier yang lebih cocok dengan karakter diri sendiri.
2. Pilot
Seberapa sering lu diajak oleh ayah dan ibu melihat pesawat di bandara? Kebiasaan untuk melihat pesawat lepas landas dan terbang di angkasa ternyata bisa menjadi salah satu acuan keinginan seseorang untuk berkarier sebagai seorang pilot ketika dewasa. Tapi apakah setelah dewasa lu akan menjadi pilot? Siapa yang tahu…
3. Pengusaha
Dari awal, anak yang bercita-cita sebagai pengusaha sudah ditunjukkan dengan bakat senang berbisnis. Pertandanya dapat diidentifikasikan dengan mulai dari coba-coba jualan pensil, buku hingga hobi menjual makanan kecil di waktu istirahat di sekolah.
4. Guru
Dengan intensitas pertemuan dengan guru setiap hari, tidak heran jika lu mengidolakan salah seorang sosok guru di sekolah. Dengan bercita-cita mulia sebagai guru. biasanya saat masih kecil lu banyak menghabiskan waktu lu untuk belajar dan senang membantu teman-teman lu dalam memahami dan mengerjakan tugas rumah yang kurang dimengerti.
5. Astronot
Menjadi seorang astronot ternyata tak semudah yang dibayangkan, cita-cita yang satu ini merupakan yang paling susah untuk direalisasikan terutama di Indonesia. Banyak yang mesti meninggalkan impiannya ketika dewasa dan menetapkan pilihan karir yang lebih realistis. Meskipun tidak ada yang tidak mungkin, tetaplah “gantungkan cita-citamu setinggi langit.”
Bagaimana dengan pekerjaan lu sekarang? Apakah sesuai dengan cita-cita masa kecil? :)
Recommended : Yahoo
Saat masih kecil, kita diajarkan untuk memiliki impian pekerjaan saat dewasa nanti. Beragam jenis cita-cita pun terlontar, mulai dari ingin menjadi pemadam kebakaran, masinis, pelaut hingga ingin memiliki toko kue.
Berikut ini lima jawaban paling populer yang gua dapet:
1. Dokter
Meskipun menggapainya tak semudah mengimpikannya, dokter ternyata masih menjadi cita-cita yang paling populer di anak-anak. Entah mungkin karena pengaruh mudahnya mengikuti tren cita-cita keren teman-teman lainnya saat masih kecil. Namun, setelah dewasa tidak sedikit orang yang harus meninggalkan impian mereka sebagai dokter dan memilih karier yang lebih cocok dengan karakter diri sendiri.
2. Pilot
Seberapa sering lu diajak oleh ayah dan ibu melihat pesawat di bandara? Kebiasaan untuk melihat pesawat lepas landas dan terbang di angkasa ternyata bisa menjadi salah satu acuan keinginan seseorang untuk berkarier sebagai seorang pilot ketika dewasa. Tapi apakah setelah dewasa lu akan menjadi pilot? Siapa yang tahu…
3. Pengusaha
Dari awal, anak yang bercita-cita sebagai pengusaha sudah ditunjukkan dengan bakat senang berbisnis. Pertandanya dapat diidentifikasikan dengan mulai dari coba-coba jualan pensil, buku hingga hobi menjual makanan kecil di waktu istirahat di sekolah.
4. Guru
Dengan intensitas pertemuan dengan guru setiap hari, tidak heran jika lu mengidolakan salah seorang sosok guru di sekolah. Dengan bercita-cita mulia sebagai guru. biasanya saat masih kecil lu banyak menghabiskan waktu lu untuk belajar dan senang membantu teman-teman lu dalam memahami dan mengerjakan tugas rumah yang kurang dimengerti.
5. Astronot
Menjadi seorang astronot ternyata tak semudah yang dibayangkan, cita-cita yang satu ini merupakan yang paling susah untuk direalisasikan terutama di Indonesia. Banyak yang mesti meninggalkan impiannya ketika dewasa dan menetapkan pilihan karir yang lebih realistis. Meskipun tidak ada yang tidak mungkin, tetaplah “gantungkan cita-citamu setinggi langit.”
Bagaimana dengan pekerjaan lu sekarang? Apakah sesuai dengan cita-cita masa kecil? :)
Recommended : Yahoo
Kamis, 25 Oktober 2012 -
Muse,
Relationship,
Spirit
0
komentar
Muse,
Relationship,
Spirit
0
komentar
Cermin Hidup Untukku
Di masa kecil, saat pertama menyentuh benda bernama sepeda, kaki ini gemetar. Gemuruh di dada tak tertahankan sementara kedua tangan mencengkeram erat stang sepeda, padahal belum juga terkayuh pedal di kaki. Kedua mata menatap tajam menunggu lengang sepanjang jalan tertatap di depan, sebelum kayuhan pertama diayunkan. Satu kayuhan pun terayun, dan... lutut memar, lengan berdarah, ditambah kening sedikit benjol beradu kuat dengan aspal.
Menyerah? tentu tidak. Meski harus kembali terluka, menambah benjolan di sisi lain kening, atau menutup luka kemarin dengan luka yang baru, semangat tak pernah luntur demi bisa berdiri di atas sepeda roda dua. Esok hari, tambah lagi luka baru, atau luka yang sama bertambah parah, tetap saja terus berusaha mengayuh sepeda. Tiga kayuhan pertama, jatuh. Esok mendapat tujuh kayuhan, kemudian jatuh. Sebelas kayuhan, jatuh lagi dan seterusnya entah sudah keberapa ratus kali aspal jalan depan rumah itu bersahabat dengan lutut, lengan, kening ini. Hingga akhirnya jalan lurus, jalan terjal, mendaki dan turunan, hingga berlubang pun mampu dilewati dengan lincah, cepat dan yang penting, tidak lagi jatuh.
Menanjak remaja, sepeda motor pun dijajal. Tak peduli meski orang tua belum sanggup membelikannya, yang penting bisa dulu. Kali pertama menunggang kuda besi itu, ladang orang pun menjadi tempat pendaratan terbaik. Luka lama kembali terbuka, namun itu tak menyurutkan semangat. Malu rasanya tak mampu mengendarai motor layaknya semua teman lelaki di kampung. Bermodal semangat dan kepercayaan diri, ditambah sedikit gengsi kelelakian, melajulah motor tanpa lagi tersuruk di kebun singkong, tak lagi terparkir di tempat yang salah.
Di masa lalu, jatuh bangun pernah dialami. Sakit, luka, menangis, berdarah-darah menjadi sahabat sehari-hari. Tapi sakit, luka, air mata dan darah yang pernah menetes itu menjadi saksi bahwa semangat diri tak pernah padam untuk meraih keberhasilan. Tak hanya semangat, cita-cita untuk sekadar bisa melenggang mulus di atas sepeda atau motor yang begitu kuat, membuat diri rela jatuh bangun dan terluka. Sebuah pengorbanan yang harus dibayar.
Di masa lalu, kegagalan demi kegagalan pernah sangat rekat dengan diri ini. Pernah juga beberapa kesuksesan menjadi bagian kehidupan, gerimis hati ini saat menjalaninya. Jutaan jalan berlubang pernah terlalui, beberapa kali terjerembab di dalamnya. Jalan gelap begitu sering harus ditapaki, tak jarang menemui jalan buntu. Tak terbilang peluh saat mendaki, sementara senang tak terkira ketika mendapati jalan menurun. Yang membuat diri tak percaya, sungguh semuanya pernah dilalui.
Di masa silam, ada banyak sahabat baru berdatangan dan mengiringi hari-hari penuh kehangatan. Tak berbeda masanya, beberapa sahabat pernah pula meninggalkan diri, menjauh dan tak lagi pernah tahu gerangan dirinya. Pilu ketika harus berpisah, haru saat berjumpa kembali. Begitu banyak cinta bersemi, meski di waktu yang sama ada pula yang menabur benci pada diri.
Ketika masih sama-sama di bangku pendidikan, bersama sahabat mengukir mimpi. Melukis masa depan, membayangkan akan menjadi apa diri ini kelak, usia berapa menikah, seperti apa pasangan hidup nanti, berapa banyak anak yang dihasilkan, apa jenis kendaraan yang diinginkan, rumah sebesar apa yang didambakan, berapa banyak yang diinginkan saat kali pertama gajian, dan apa yang ingin dibeli dengan gaji pertama itu.
Waktu berlalu, mimpi terlewati, ada yang terwujud, tak sedikit yang menguap bersama awan di langit. Lukisan masa depan semakin buram, tak lagi jernih seperti saat pertama ditorehkan di atas kanvas harapan. Ada yang menyesali langkah tak tepat yang pernah ditempuh, ada yang mensyukuri karena tak selamanya apa yang dianggap benar, benar pula menurut Sang Maha Berkehendak.
Kita memang tak pernah bisa tahu yang akan terjadi besok, tetapi kita pernah punya masa lalu yang telah banyak memberi pengajaran. Kita pernah jatuh, terpuruk, sedih, bahagia, manis, pahit, terbang, menangis, tertawa, sendiri, bersama, di masa lalu. Sedangkan masa depan, kita hanya bisa mengukirnya di dalam bingkai mimpi, hanya bisa mengira, merencana dan merekayasa. Justru karena itulah, kita mesti belajar dari masa lalu. Karena masa lalu telah pernah mengajarkan semuanya. Bercermin dari masa lalu, agar rencana dan rekayasa untuk mimpi masa datang lebih mendekati kenyataan.
Menyerah? tentu tidak. Meski harus kembali terluka, menambah benjolan di sisi lain kening, atau menutup luka kemarin dengan luka yang baru, semangat tak pernah luntur demi bisa berdiri di atas sepeda roda dua. Esok hari, tambah lagi luka baru, atau luka yang sama bertambah parah, tetap saja terus berusaha mengayuh sepeda. Tiga kayuhan pertama, jatuh. Esok mendapat tujuh kayuhan, kemudian jatuh. Sebelas kayuhan, jatuh lagi dan seterusnya entah sudah keberapa ratus kali aspal jalan depan rumah itu bersahabat dengan lutut, lengan, kening ini. Hingga akhirnya jalan lurus, jalan terjal, mendaki dan turunan, hingga berlubang pun mampu dilewati dengan lincah, cepat dan yang penting, tidak lagi jatuh.
Menanjak remaja, sepeda motor pun dijajal. Tak peduli meski orang tua belum sanggup membelikannya, yang penting bisa dulu. Kali pertama menunggang kuda besi itu, ladang orang pun menjadi tempat pendaratan terbaik. Luka lama kembali terbuka, namun itu tak menyurutkan semangat. Malu rasanya tak mampu mengendarai motor layaknya semua teman lelaki di kampung. Bermodal semangat dan kepercayaan diri, ditambah sedikit gengsi kelelakian, melajulah motor tanpa lagi tersuruk di kebun singkong, tak lagi terparkir di tempat yang salah.
Di masa lalu, jatuh bangun pernah dialami. Sakit, luka, menangis, berdarah-darah menjadi sahabat sehari-hari. Tapi sakit, luka, air mata dan darah yang pernah menetes itu menjadi saksi bahwa semangat diri tak pernah padam untuk meraih keberhasilan. Tak hanya semangat, cita-cita untuk sekadar bisa melenggang mulus di atas sepeda atau motor yang begitu kuat, membuat diri rela jatuh bangun dan terluka. Sebuah pengorbanan yang harus dibayar.
Di masa lalu, kegagalan demi kegagalan pernah sangat rekat dengan diri ini. Pernah juga beberapa kesuksesan menjadi bagian kehidupan, gerimis hati ini saat menjalaninya. Jutaan jalan berlubang pernah terlalui, beberapa kali terjerembab di dalamnya. Jalan gelap begitu sering harus ditapaki, tak jarang menemui jalan buntu. Tak terbilang peluh saat mendaki, sementara senang tak terkira ketika mendapati jalan menurun. Yang membuat diri tak percaya, sungguh semuanya pernah dilalui.
Di masa silam, ada banyak sahabat baru berdatangan dan mengiringi hari-hari penuh kehangatan. Tak berbeda masanya, beberapa sahabat pernah pula meninggalkan diri, menjauh dan tak lagi pernah tahu gerangan dirinya. Pilu ketika harus berpisah, haru saat berjumpa kembali. Begitu banyak cinta bersemi, meski di waktu yang sama ada pula yang menabur benci pada diri.
Ketika masih sama-sama di bangku pendidikan, bersama sahabat mengukir mimpi. Melukis masa depan, membayangkan akan menjadi apa diri ini kelak, usia berapa menikah, seperti apa pasangan hidup nanti, berapa banyak anak yang dihasilkan, apa jenis kendaraan yang diinginkan, rumah sebesar apa yang didambakan, berapa banyak yang diinginkan saat kali pertama gajian, dan apa yang ingin dibeli dengan gaji pertama itu.
Waktu berlalu, mimpi terlewati, ada yang terwujud, tak sedikit yang menguap bersama awan di langit. Lukisan masa depan semakin buram, tak lagi jernih seperti saat pertama ditorehkan di atas kanvas harapan. Ada yang menyesali langkah tak tepat yang pernah ditempuh, ada yang mensyukuri karena tak selamanya apa yang dianggap benar, benar pula menurut Sang Maha Berkehendak.
Kita memang tak pernah bisa tahu yang akan terjadi besok, tetapi kita pernah punya masa lalu yang telah banyak memberi pengajaran. Kita pernah jatuh, terpuruk, sedih, bahagia, manis, pahit, terbang, menangis, tertawa, sendiri, bersama, di masa lalu. Sedangkan masa depan, kita hanya bisa mengukirnya di dalam bingkai mimpi, hanya bisa mengira, merencana dan merekayasa. Justru karena itulah, kita mesti belajar dari masa lalu. Karena masa lalu telah pernah mengajarkan semuanya. Bercermin dari masa lalu, agar rencana dan rekayasa untuk mimpi masa datang lebih mendekati kenyataan.
Langganan:
Postingan (Atom)







