Kapanlagi.com - Single Diamonds milik Rihanna mendapat sentuhan super cool saat dibuat dalam versi remix. Namun kabarnya, remix yang dilantunkan oleh Kanye West dianggap mengandung unsur Illuminati. Benarkah?
Dalam remix tersebut, Kanye memang melantunkan lirik dengan arti yang samar. Walau belum ada bukti kuat, namun banyak pihak yang yakin kekasih Kanye West itu sedang menyebarkan propaganda Illuminati.
"We in this party and nobody invite me/ We goin' crazy and I always use my best sense/ but I don't matter cause I'm always on my Fresh Prince," lantun Kanye.
Lirik lagu itu kurang lebih menunjukkan bahwa penyanyi bergabung dalam sebuah pesta atas keinginannya sendiri. Tidak jelas apa yang dia maksud dengan pesta, namun ada kemungkinan bahwa pesta yang dia maksud adalah kelompok Illuminati itu sendiri.
Rihanna sendiri tidak ambil bagian dalam versi remix ini. Saat ini, penyanyi asal Barbados tersebut sedang sibuk dengan tur 777 yang dijalaninya. Bagaimana menurut Anda? (ace/ris)
Sabtu, 05 Januari 2013 -
Band,
Hidline News
0
komentar
Band,
Hidline News
0
komentar
Kanye West Sisipkan Illuminati Dalam 'Diamonds' Rihanna?
Kamis, 03 Januari 2013 -
Hidline News
0
komentar
Hidline News
0
komentar
Indonesia Dulunya Merupakan Wilayah Atlantis?
Sulit dipercaya, sebuah mitos tentang Peradaban Atlantis seperti yang
dicetuskan pertama kali oleh Plato (27 – 347 SM) dalam buku Critias dan Timaeus
ternyata sekarang merupakan wilayah indonesia.
Dalam buku Timaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya,
di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.
Dibagian lain pada buku Critias adalah adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog. Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM).
Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis.
Garis besar kisah pada buku tersebut Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.
Jika dibaca dari sepenggal kisah diatas maka kita akan berpikiran bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat memukau. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar dan mempunyai kehidupan yang makmur.
Tapi kemudian saya mempunyai pertanyaan, apakah itu hanya sebuah cerita untuk pengantar tidur pada jamannya Plato atau memang Plato mempunyai bukti-bukti kuat dan otentik bahwa atlantis itu benar-benar pernah ada dalam kehidupan di bumi ini?
Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan dan orang-orang dalam pencarian untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada.
Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.
Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.
Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu
dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?
Dalam buku Timaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya,
di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.
Dibagian lain pada buku Critias adalah adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog. Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM).
Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis.
Garis besar kisah pada buku tersebut Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.
Jika dibaca dari sepenggal kisah diatas maka kita akan berpikiran bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat memukau. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar dan mempunyai kehidupan yang makmur.
Tapi kemudian saya mempunyai pertanyaan, apakah itu hanya sebuah cerita untuk pengantar tidur pada jamannya Plato atau memang Plato mempunyai bukti-bukti kuat dan otentik bahwa atlantis itu benar-benar pernah ada dalam kehidupan di bumi ini?
Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan dan orang-orang dalam pencarian untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada.
Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.
Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.
Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu
dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?
Coretan SMA versi ku.
Masa SMA adalah masa masa yang paling indah. Di masa SMA kita bisa menemukan hari demi hari yang ceria, penuh dengan kebebesan bermain dan mengalami perubahaan sikap, pikiran dari masa anak-anak menuju masa dewasa selanjutnya
Masa SMA adalah masa awal pubertas, dimana waktu sma kita mulai mengenal lawan jenis, cinta monyet, indahnya pacaran, dan jatuh cinta pertama. Kita juga sering bertindak nakal sehingga mendapat hukuman waktu membolos atau hukuman saat tidak mengerjakan tugas sekolah dari bapak/ ibu guru.
Saya sendiri mengalami semua hal itu. Banyak cerita indah di masa SMA .terutama dengan sahabat² saya yang beranggotakan Dida firdaus, Dechniar, Fadril, Hezki, Nicholas, Gumilar, dan Saya yang di beri nama The Curs.. kami adalah Sahabat.
Kata Chrisye dalam syair lagunya: “Tiada masa paling indah. Masa-masa di sekolah. Tiada kisah paling indah. Kisah kasih di sekolah.”
Banyak hal positif di masa SMA yang sayang untuk dilewatkan karena masa indah itu tidak akan terulang kembali. Selepas SMA dan mulai kuliah lalu dilanjutkan dengan masa kerja adalah masa perjuangan dimana saya akan disibukkan dengan kegiatan yang menuntut konsentrasi
Ini adalah sedikit cerita anak SMA dariku, bagaimana dengan anda?
Masa SMA adalah masa awal pubertas, dimana waktu sma kita mulai mengenal lawan jenis, cinta monyet, indahnya pacaran, dan jatuh cinta pertama. Kita juga sering bertindak nakal sehingga mendapat hukuman waktu membolos atau hukuman saat tidak mengerjakan tugas sekolah dari bapak/ ibu guru.
Saya sendiri mengalami semua hal itu. Banyak cerita indah di masa SMA .terutama dengan sahabat² saya yang beranggotakan Dida firdaus, Dechniar, Fadril, Hezki, Nicholas, Gumilar, dan Saya yang di beri nama The Curs.. kami adalah Sahabat.
Kata Chrisye dalam syair lagunya: “Tiada masa paling indah. Masa-masa di sekolah. Tiada kisah paling indah. Kisah kasih di sekolah.”
Banyak hal positif di masa SMA yang sayang untuk dilewatkan karena masa indah itu tidak akan terulang kembali. Selepas SMA dan mulai kuliah lalu dilanjutkan dengan masa kerja adalah masa perjuangan dimana saya akan disibukkan dengan kegiatan yang menuntut konsentrasi
Ini adalah sedikit cerita anak SMA dariku, bagaimana dengan anda?
Langganan:
Postingan (Atom)

